Uniknya Buka Puasa Ramadan di Masjid Syuhada Yogyakarta, Siapkan 1.000 Porsi Menu Nusantara yang Berganti Setiap Hari

Read Time:3 Minute, 22 Second

gospelangolano.com, Jakarta – Puasa bersama merupakan momen penting di setiap bulan Ramadhan. Banyak tempat yang menyelenggarakan acara ini, baik berbayar maupun gratis. Salah satunya adalah Masjid Syuhada Yogyakarta.

Masjid di Kotabaru, Yogya, memiliki panitia Ramadhan yang menghidupkan kembali budaya silaturahmi dan beribadah. Para tokoh pemuda menggelar serangkaian acara dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah. Salah satunya adalah layanan fast food dengan menu khas Indonesia yang berubah setiap harinya.

Jika menyebutkan apa yang diposting di laman Instagram @ramadhadisyuhada pada Sabtu, 2 Maret 2024, Anda bisa melihat daftar peluang puasa selama sebulan yang tertata rapi. Hidangan yang ditawarkan antara lain soto Kudus, sate Padang, tongseng ayam, dan coto Makassar.

“Ide menu masakan Indonesia ini dimulai tahun lalu, dan berlanjut pada tahun ini, karena mengingat Jogja adalah kota pelajar dan banyak pelajar dari luar daerah, beberapa dari mereka tidak mudik saat Ramadhan dan berpikir untuk membawa makanan dari tempatnya untuk mengobati kerinduan,” ujarnya. Kiki Zakiah Nafsi, Koordinator Takjilan acara Ramadhan Syuhada saat ditemui Tim Lifestyle gospelangolano.com, Selasa 12 Maret 2024.

Kiki menjelaskan, puasa tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang mengikuti pengajian malam di masjid yang dimulai pada saat Ashar. Komunitas tersebut berasal dari masyarakat umum dan tidak dibatasi. Belakangan ini banyak orang yang datang hanya untuk makan.

Setiap harinya panitia menyiapkan 1000 porsi menu fast food dalam bentuk buffet di serambi masjid. Jemaah juga bisa menikmati takjil berupa kurma dan teh hangat untuk berbuka puasa. Makanan yang disajikan sebagian berasal dari food court yang dikelola masjid, namun banyak juga menu yang dipesan dari restoran.

Salah satu menu yang menarik perhatian pada menu puasa di Masjid Syuhada adalah Soto Hollywood tradisional khas Yogyakarta. Diambil dari howisata.app, soto hollywood merupakan salah satu jenis soto daging dengan kuah bening yang disajikan dengan tempe goreng dan sate goreng.

Masakan ini bermula dari kedai sop daging mahasiswa UII (Universitas Islam Indonesia) populer di Jalan Kaliurang Atas yang sudah dijual sejak tahun 2002. Karena awalnya berbahan dasar kandang pecel lele bernama “Hollywood”, maka soto ini sering disebut. Hollywood. penderitaan

Kini, soto Hollywood telah menjadi sarapan klasik yang digemari warga sekitar, khususnya pelajar di Yogyakarta. Acara Soto Hollywood merupakan salah satu kesempatan berpuasa di Masjid Syuhada pada 13 Maret 2024.

“Kata teman panitia Jogja, soto ini banyak dijual di Jogja. Jadi seperti makanan khas Jogja,” jelas Kiki.

Masjid Syuhada memulai puasa di masjid mulai Senin 11 Maret 2024. Menu yang disiapkan hari itu adalah Sop Iga Betawi.

Kiki mengatakan, pihak organisasi menjual semuanya dari 1.000 saham yang diberikan, sehingga ada yang tidak melihat bagiannya termasuk panitia. Banyak masyarakat yang datang untuk berbuka puasa di Masjid Syuhada, bahkan ada yang datang hanya beberapa menit sebelum pembukaan tanpa mengikuti pengajian malam terlebih dahulu. Menyikapi warga darurat, panitia tetap akan membagikan makanan jika tersedia.

“Tapi kalau ada yang tidak ikut (pelajaran malam) tetap diberikan kalau masih ada dan biasanya kita berikan di akhir, jadi diprioritaskan bagi yang ikut pembelajaran malam,” ujarnya. .

Panitia Ramadhan Masjid Syuhada juga berencana membagikan piring pecah-pecah kepada warga jika stok hari ini tidak habis. Makanan dibagikan kepada tukang becak di Malioboro atau masyarakat yang lewat di masjid Syuhada.

“Tujuan saya sebagai Koordinator Takjilan adalah agar setiap masyarakat bisa ikut menikmati hidangan buka puasa Indonesia,” kata Kiki.

Selain buka puasa bersama, Ramadhan di Masjid Syuhada juga dikuatkan dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti kegiatan kelompok tarawih, kultum, dilanjutkan dengan Tahfidz Al-Quran. Ada pula les malam, tabligh akbar, bazar kebutuhan pokok, sandang dan pangan, wisata kesehatan, serta acara penutup di penghujung Ramadhan. Jadwalnya akan diupdate secara berkala melalui laman Instagram @ramadhadisyuhada.

Kiki mengatakan, masyarakat menyambut baik proyek tersebut. Masyarakat yang datang mayoritas adalah pelajar, namun ada juga masyarakat yang datang bersama keluarganya. Panitia berharap festival ini bisa sukses di masa depan. Namun untuk program pemusnahan menu Indonesia, Kiki masih belum yakin apakah akan dilanjutkan tahun depan karena selalu ada perubahan sistem setiap tahunnya. Tahun ini, sumber dana puasa berasal dari penggalangan dana dan donatur.

“Tahun depan karena pergantian manajemen, kami belum tahu apakah menu Indonesia masih ada. Namun, kami berharap menu Indonesia ini bisa terus berlanjut,” kata Kiki.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Dibuka Maret 2024, Berikut 13 Sekolah Kedinasan buat Siswa Jurusan IPS
Next post Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Suci Ramadhan