Peserta UTBK Diimbau Waspada Penipuan Janji Kelulusan

Read Time:1 Minute, 45 Second

gospelangolano.com – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Chatarina Muliana, mengimbau peserta Ujian Dasar Tulis Komputer (UTBK) tidak terjebak membeli wisuda dengan membayar sekaligus.

“UTBK SNBT dilaksanakan dengan integritas dan transparansi. Jangan tergiur dengan janji manis untuk disahkan dengan membayar sejumlah uang,” ujarnya dilansir Antara, Kamis, 2 Mei 2024.

Ia berharap seluruh peserta UTBK-SNBT tidak terpengaruh dengan usulan tersebut dan menghormati prosedur yang berlaku.

Untuk menghindari penipuan, jelasnya, panitia UTBK di UNS memastikan peserta yang mengikuti UTBK sesuai dengan foto yang terdaftar di kartu pesertanya.

“Sebelum masuk ruang ujian, peserta kami periksa dengan metal detector dan kami pastikan foto di kartu peserta sesuai dengan identitas dan wajah peserta. Jika ada kecurangan dalam pelaksanaan UTBK ini, kami akan tindak lanjuti. tindakan tegas”. dia menambahkan.

Sementara itu, beliau menegaskan, fasilitas ujian yang disediakan panitia sudah memadai sehingga peserta nyaman mengerjakan soal-soal UTBK.

“Panitia juga telah menyiapkan komputer cadangan di setiap ruang ujian,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa UNS memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus, dengan memberikan ujian yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Ada lima peserta Ceko yang terdaftar di Pusat UTBK UNS.

Sesuai jadwal, peserta khusus ini akan memulai ujiannya pada Kamis (2/5) sesi ketiga, pukul 06.45 WIB di UPT ICT – Laboratorium Komputer 2 UNS.

Kepala Pusat UTBK UNS dan Asisten Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS Prof. Ahmad Yunus menyatakan, total peserta UTBK di kampus UNS berjumlah 29.786 orang.

Ia juga menyampaikan bahwa UNS saat ini menyelenggarakan UTBK di 14 lokasi yang tersebar di berbagai kampus UNS antara lain Kampus Mesen dan Kampus Pabelan.

“Kami telah mengirimkan untuk melakukan 14 sesi ujian tahap I dan 14 sesi tahap II. Total kapasitas ruang ujian sebanyak 1.125 peserta/sesi, termasuk ruang khusus peserta berkebutuhan khusus.”

Pada sesi pertama pada Selasa, 30 April 2024, peserta yang mengikuti sebanyak 1.060 orang dari total peserta yang terdaftar sebanyak 1.105 orang. Artinya, ada 45 peserta atau 4,07 persen yang tidak mengikuti ujian. (Semut) Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Ruang Edukasi Berbudaya Indonesia “Di sini, anak-anak dapat mengenal nusantara melalui berbagai aktivitas yang memadukan pendidikan dengan imajinasi.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Top 3 Berita Bola: Timnas Indonesia Ditargetkan Lolos Olimpiade 2028 usai Gagal ke Paris
Next post Mandiri Digipreneur Hub Perkuat Digitalisasi dan Pengelolaan Keuangan UMKM