Saham CGAS Digembok Bursa, Bos Citra Nusantara Gemilang Beri Penjelasan

Read Time:2 Minute, 42 Second

gospelangolano.com, Jakarta – Manajemen PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) hari ini mengomentari penghentian sementara perdagangan saham CGAS oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/2/2024). Penghentian sementara ini dilakukan sehubungan dengan penurunan harga saham CGAS secara keseluruhan secara signifikan.

Penghentian sementara perdagangan saham CGAS di pasar reguler dan pasar tunai.

Direktur Sitra Nusantara Gemilang Endika Purwanogroho mengatakan pengurangan stok CGAS hanyalah mekanisme pasar. Ia pun menegaskan, hal itu di luar kendali manajemen perusahaan.

“Suspensi yang terjadi merupakan tanggung jawab pasar saham karena melihat harga saham CGAS anjlok. Murni karena mekanisme pasar,” kata Indica dalam sambutannya di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (23/2/2024). ). Pada konferensi pers. ).

Berdasarkan data RTI, saham CGAS konsisten bergerak di zona merah. Pada perdagangan Kamis 22 Desember, saham CGAS ditutup melemah 4,35% di 132 posisi. Dalam sepekan, harga saham CGAS anjlok 15,92%.

Harga saham CGAS saat ini turun 60,95% dibandingkan harga IPO sebesar Rp 3.338 per saham. PT Citra Nusantara Gemilang Tbk baru masuk bursa yang tercatat pada 8 Januari.

“Oleh karena itu, kami tidak bisa mengontrol sepenuhnya pergerakan saham CGAS. Kami hanya sebatas memberikan informasi dan menilai prospek perusahaan agar investor bisa memahami apa yang kami lakukan tahun ini. Jadi masih ada harapan. Kami bisa menaikkan harga saham kami di tahun ini. kami meningkat, tambah Indica.

Indica memperkirakan pendapatan CGAS pada tahun ini akan meningkat 76,4% menjadi sekitar Rp 658 miliar. Selain itu, laba bersih diperkirakan melonjak 200,8% year-on-year menjadi sekitar Rp36,7 miliar.

Sedangkan volume penjualan pada tahun ini diperkirakan mencapai 8.200.711 meter kubik standar atau meningkat 81,3% dibandingkan volume penjualan tahun 2023 yang diperkirakan mencapai 4.5235.193 meter kubik.

Penafian: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Membaca dan menganalisis sebelum membeli dan menjual saham. gospelangolano.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut dua emiten baru pada awal tahun 2024, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS). Sayangnya, peruntungan kedua penerbit ini bertolak belakang.

Saham ASLI sudah masuk bursa pada Jumat 14 Januari dan mulai diperdagangkan. Saat itu, saham ASLI ditutup melemah 11% di posisi 89. Pelemahan berlanjut pada perdagangan hari ini, Senin 8 Januari 2024, dimana saham ASLI terkoreksi 32,58% ke posisi ke-60.

Saham ASLI turun di zona merah pada kisaran 58-88 sepanjang perdagangan, menurut data RTI. Frekuensi perdagangan saham ASLI hari ini sebanyak 49.109 kali. Volume perdagangannya sebanyak 1,49 miliar lembar saham senilai 97,85 miliar Rial. Harga saham ASLI kini turun 40% dari harga IPO sebesar Rp 100 per saham.

Sedangkan saham CGAS dicatatkan dan diperdagangkan di bursa mulai Senin 8 Januari 2024. Pada perdagangan pertama, saham CGAS berhasil meraup keuntungan tertinggi. Saham CGAS naik 24,85% ke posisi 422 dari harga IPO 338 per saham. Saham CGAS sempat bergerak ke zona merah di posisi 288 sebelum kembali ditutup di zona hijau. Frekuensi perdagangan saham CGAS tercatat sebanyak 99.596 kali. 595,80 juta saham senilai $214,23 miliar diperdagangkan. 

PT Asri Kariya Lester Tabak mencatatkan 1,25 miliar saham di papan utama pasar modal. Harga penawaran setiap saham adalah 100 Rial. Dengan demikian, perseroan menghimpun dana Rp 125 miliar dari penawaran umum perdana (IPO).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Target Tambah TKDN, Alva Berencana Bikin Baterai Lokal
Next post Cara Honda Bikin Pengguna Sepeda Motor Aman di Jalan