Heboh Korupsi Timah Rp 271 Triliun, Menko Luhut Akhirnya Turun Tangan

Read Time:2 Minute, 5 Second

gospelangolano.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menargetkan penyelesaian digitalisasi sistem pengelolaan timah untuk mencegah korupsi pada tahun 2024 pada bulan Juni.

“Kami harapkan (sistem pengelolaan lembaran logam) dalam 2 bulan ke depan bisa selesai,” kata Luhut, Kamis melalui akun Instagram resminya luhut.pandjaitan di Jakarta.

Menurut dia, selesainya digitalisasi pengelolaan timah akan menghadirkan transparansi untuk menelusuri asal muasal timah, apakah pengelola sudah membayar pajak atau belum, bahkan menelusuri apakah pengelola sudah membayar royalti atau belum.

“Dan ini berdampak pada pendapatan negara, karena seperti batu bara, konsentrasi ini meningkatkan hampir 40 persen pendapatan negara,” kata A. Lugut.

Baca juga: VP Minta Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi PT Timah

Selain timah, Luhut juga berharap segera melakukan digitalisasi pengelolaan nikel, sawit, dan produk sumber daya alam lainnya.

“Kotak timah ini sungguh menjadi pembelajaran bagi kita semua. “Terus terang, kita mungkin sedikit terlambat dengan digitalisasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Luhut Binsar Pandjaitan ingin mempercepat digitalisasi timah. Bahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meluncurkan platform SIMBARA untuk memperbaiki tata kelola sektor mineral dan batubara.

Luhut mengungkapkan nikel dan timah juga akan diintegrasikan ke SIMBARA pada tahun 2024.

“Saya turut prihatin atas kasus pembusukan timah yang terjadi kali ini, karena SIMBARA sedang kita perbaiki untuk mengintegrasikan seluruh data pertambangan di Indonesia,” kata Luhut.

Pernyataan tersebut terkait kasus dugaan korupsi sistem tata niaga timah PT Timah Tbk pada wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) 2015-2022 yang sedang didalami Kejaksaan Agung hingga menimbulkan kerugian sebesar Rp 271. triliun.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidi) Kejaksaan Agung telah menetapkan 16 orang tersangka, yakni SW alias AW dan MBG yang merupakan pengusaha tambang di Pangkal Pinang, Bank Islands Province, Belitung.

Tersangka HT alias ASN selaku CEO CV VIP (perusahaan milik tersangka TN alias AN); MRPT alias RZ sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk pada tahun 2016 hingga 2021; Alias ​​EE EML sebagai CFO PT Timah Tbk 2017-2018.

Serta BY selaku mantan Komisaris CV VIP; RI sebagai Presiden, Direktur PT SBS; TN sebagai pemilik manfaat CV VIP dan PT MCN; AA sebagai manajer operasional tambang CV VIP; RL selaku CEO PT TIN; SP sebagai Direktur Utama PT RBT; RA selaku Direktur Pengembangan Bisnis PT RBT; Chief Operating Officer ALW 2017, 2018, 2021 dan Direktur Pengembangan Bisnis 2019-2020. PT Timah Tbk.

Dua tersangka yakni Pantai Indah Kapuk (PIK) yang kaya raya, Helena Lim selaku pimpinan PT QSE dan Harvey Moise selaku perpanjangan tangan PT RBT kemudian menyita perhatian publik.

Dalam kasus ini, penyidik ​​menetapkan satu orang tersangka berinisial T.T.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Rahasia Nikmat Ayam Pop RM Padang ala Chef Devina: Resep Istimewa untuk Lebaran yang Berkesan
Next post 6 Potret Nissa Sabyan di Single Terbaru ‘Ya Romadhon’, Outfitnya Banjir Pujian