Aghniny Haque Bicara Pendalaman Karakter di Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa

Read Time:2 Minute, 27 Second

BANDUNG – Rumah produksi MVP Pictures menggelar acara pemutaran khusus film God, Allow Me to Sin di CGV Paris Van Java, Jalan Sukajadi, Bandung pada Jumat, 22 Maret 2024.

Acara ini mendapat pujian yang luar biasa dari warga Bandung. Ratusan penonton antri untuk menyaksikan film arahan Hung Bramantyu tersebut.

Acara pemutaran film ini juga dihadiri oleh pemeran utama Agni Haq serta aktor lainnya seperti Jenner Messiya Ayu, Nogi dan Rizwan Rawal. Hadir pula sutradara Hanung Bramantyo.

Dalam penayangannya, banyak penonton yang terharu karena film yang diadaptasi dari novel Muhyiddin M. Dahlan berjudul Tuhan Biarkan Aku Menjadi Pelacur ini banyak menampilkan kontradiksi.

Film tersebut bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Karan (Agni Haq), yang tergabung dalam Rohani Islami atau kelompok belajar Rohi di universitasnya. Karen bercita-cita menjadi seorang wanita muslim dan bisa mengikuti ajaran Islam.

Karena kecerdasannya, Karan mendapat banyak perhatian dari kelompoknya, termasuk pimpinan sanggar, Abu Darda. Abu Darda sebenarnya tertarik menikahi Karan secara siri.

Namun, Karan kecewa saat mengetahui Abu Darda sudah memiliki dua istri. Lebih lanjut, Abu Darda berbohong karena tidak percaya telah menelpon Karan secara langsung.

Proses pernikahan akhirnya dibatalkan dan Karan akhirnya terpojok karena kelompok belajar lebih memilih mempercayai pemimpinnya daripada Karan.

Karan semakin kecewa ketika ibunya juga mempercayai kebohongan Abu Darda, seorang ulama yang dihormati di daerahnya. Karan akhirnya kehilangan kepercayaan dari orang-orang terdekatnya.

Karan mendapat dukungan dari rekannya Darul (Andri Mashhadi) dalam studinya. Namun Darul perlahan memutuskan untuk meninggalkan Karin karena tidak ingin berbuat dosa.

Di tengah gejolak batinnya, Karan menjadi seorang pelacur dan terjerumus ke dunia gelap. Sebagai seorang pelacur, Karan mendapat klien dari pejabat dan orang-orang penting.

Namun, di balik pekerjaannya, Karan memiliki misi untuk membuka kedok para petugas tersebut. Banyak sekali konflik yang muncul di sana.

Agni mengaku kaget saat pertama kali membaca naskah film Tuhan Izinkan Aku Melihat. Ia melihatnya sebagai tantangan besar karena merupakan film yang mengangkat isu sensitif.

“Saya terkejut saat pertama kali membaca naskahnya. Saya membacanya dan bertanya kepada Pak Hanong. Dan saya melihat naskahnya sangat matang dan bagus. Saya hanya syuting saja,” kata Agni.

“Prestasi ini berbeda bagi saya karena selama ini saya dibingkai dalam film horor dan perang, film ini dihadirkan dengan karakter yang berbeda dan tiga era yang berbeda.

Agni menuturkan, tidak mudah memerankan peran Kiran di film ini. Mantan pemain taekwondo itu harus mengikuti pengajian dan menghafal banyak ayat Alquran.

“Benar-benar mengaji dan memulai Islam dari awal. Ini bisa menjadi cara untuk semakin memantapkan perannya sebagai Al-Quran,” ujarnya.

Selain itu, Hanong juga menjelaskan alasan perubahan judul film tersebut menjadi novel. Menurut dia, karena adanya hubungan dengan korporasi yang meminta penggantian kata prostitusi karena berkonotasi negatif.

“Prostitusi berkonotasi negatif dan pemegang saham diminta mencari kata lain. Maka carilah kata yang tetap positif,” jelas Hanung. Untuk mendapatkan peran tersebut, Sharifa Danesh siap merias wajah selama berjam-jam. Sharifa bercerita tentang perubahan penampilannya dengan bantuan riasan yang tidak biasa hingga membuat suasana yang tercipta di film gospelangolano.com semakin hidup. .co.id 28 April 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Bangga! Siswa SMP Indonesia Menang Kompetisi Ide Literasi Keuangan Se-Asia Pasifik
Next post Klinik Kecantikan Tawarkan Beragam Promo Jelang Pembukaan Cabang Terbaru di Jakarta